Sejarah Tari Serimpi dan Perkembangannya

305 views

Sejarah Tari Serimpi dan PerkembangannyaIdentitas setiap daerah di Indonesia biasanya ditunjukkan dengan sejumlah keunikan budaya, termasuk didalamnya gaya berbusana dan tarian adat. Salah satu tarian adat yang cukup menarik perhatian publik lokal maupun manca adalah tari Serimpi dari Solo jawa Tengah. Tari Serimpi sendiri masuk kategori tarian klasik karena telah mencapai level kristalisasi keindahan yang memang sudah lahir sejak jaman kerajaan dulu. Harus diakui bahwa sejarah tari Serimpi sendiri tak lepas dari keterkaitannya dengan jenis hiburan yang digemari orang-orang istana kala itu. Secara garis besar kebudayaan tari Serimpi diperagakan dengan dominasi gerak gemulai, anggun, dan lemah lembut yang megggambarkan kesopanan dan kehalusan budi pekerti diiringi dengan bunyi gamelan.

Mengalami Perkembangan dari Masa ke Masa

Sejak dikenal oleh masyarakat luas, tari Serimpi sudah mendapatkan tempat istimewa di lingkungan keraton-keraton Jawa. Tarian ini dianggap istrimewa dan tidak bisa disamakan dengan jenis tarian lain karena konon sifatnya sangat sakral. Bahkan tingkat kesakralan tari serimpi sendiri bisa dikatakan satu level dengan benda-benda pusaka yang melambangkan kekuatan dan kekuasaan raja di Jawa Hindu. Oleh sebab itu dulu hanya orang-orang yang dipilih pihak keraton saja yang boleh mementaskan tari Serimpi.

Sejarah tari Serimpi telah mengalami perkembangan dari masa ke masa, termasuk salah satunya lama waktu pementasan. Secara garis besar kebudayaan asli Solo Jawa Tengah ini kini dikembangkan menjadi beberapa jenis tarian dengan durasi yang berbeda, bahkan ada versi tarian dengan durasi yang sangat singkat. Misalnya tari Serimpi Anglirmendung hanya dipentaskan 11 menit saja sementara Serimpi Gondokusumo yang dulu awal penyajiannya sekitar 1 jam kini hanya menjadi 1/4 jam saja.

Selain durasi pementasan, perkembangan juga terjadi dari segi busana tarian. Dulu penari Serimpi menggunakan busana seperti yang dikenakan pengantin putri keraton dimana terdapat dodotan serta gelung bokor yang menghiasi kepala. Kini tari serimpi sering dipentaskan dengan busana atau kostum tanpa lengan dimana hiasan untuk kepala menggunakan bulu burung Kasuari serta gelung rambut dengan hiasan bunga Ceplok.

Sejarah tari Serimpi konon juga ada kaitannya dengan nama tarian itu sendiri. Pada awalnya tarian ini disebut dengan tari Srimpi Sangopati atau kurang lebih artinya “calon pengganti raja”. Namun disatu sisi arti Serimpi sendiri erat kaitannya dengan sosok perempuan. Ada pihak lain yang mengatakan makna tari Serimpi berkaitan dengan akar kata “impi” yang dalam bahasa Jawa berarti mimpi. Maksudnya, selama pementasan tari Serimpi kurang lebih 1 jam dengan gerak gemulai akan membawa setiap penontonnya ke alam lain yaitu alam mimpi. Umumnya tari Serimpi dipentaskan oleh 4 orang. Komposisi dari 4 pemain tersebut konon melambangkan 4 unsur utama dunia yaitu Bumi (tanah), Angin (udara), Grama (api), dan Toya (air).

Tags: #Tari Serimpi Solo