Biografi Gesang Tokoh Legendaris dari Solo

420 views

Biografi Gesang Tokoh Legendaris dari SoloSejarah kota Solo tak bisa lepas dari tokoh-tokoh yang membuat kota kecil di Jawa Tengah ini begitu mendunia. Adalah Gesang, tokoh legendaris dari Solo ini namanya sangat terkenal diberbagai belahan dunia berkat lagu Keroncong “Bengawan Solo” yang konon telah diterjemahkan lebih dari 13 bahasa. Ya, rasanya tidak cukup julukan sebagai Maestro bagi pria yang bernama lengkap Gesang Martohartono ini, mengingat lagu ciptaannya mampu menjebatani hubungan bilateral Indonesia dengan negara lain terutama untuk pertukaran kebudayaan.

Gesang Martohartono adalah pria bersahaja yang lahir 1 Oktober 1917 di Surakarta Jawa Tengah. Lagu Bengawan Solo yang ia ciptakan pada tahun 1940 tepat diusianya yang ke-23 sukses membawanya menjadi tokoh legendaris dari Solo yang membuat namanya tetap dikenang tidak hanya di Indonesia, tapi juga di sejumlah negara di dunia. Baginya, lagu keroncong adalah jiwanya dan keroncong Bengawan Solo adalah karya nyata yang membuatnya menjadi tokoh yang melegenda. Benar, lagu keroncong Bengawan Solo tidak saja digemari di Indonesia tapi juga sejumlah negara di dunia terutama Jepang. Bahkan konon Jepang pernah mengangkat lagu Bengawan Solo menjadi film layar lebar.

Dulu sebenarnya Gesang bukan seorang pencipta lagu. Beliau hanya penyanyi yang piawai menyanyikan lagu-lagu berirama keroncong untuk acara hajatan atau pesta kecil-kecilan di Solo. Meskipun tidak fenomenal seperti Keroncong Bengawan Solo, Gesang pernah menciptakan beberapa lagu seperti Jembatan Merah, Keroncong Si Piatu, Bumi Emas Tanah Airku, Pamitan, Pemuda Dewasa, dan masih banyak lagi.

Tak banyak musisi, penyanyi, atau seniman yang namanya begitu melegenda di masyarakat. Bahkan tak banyak seniman atau pemusik yang masih “trengginas” diusia diatas 80 tahun. Namun Gesang telah membuktikan bahwa usia senja tak lantas menjadi penghalang untuk berkarya. Hal ini terbukti dari album rekamannya di tahun 2002 yang berjudul “Keroncong Asli Gesang” yang diproduksi oleh PT Gema Nada Pertiwi (GMP). Album tersebut dirilis bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke -85. Dari keseluruhan lagu dalam album Keroncong Asli Gesang ini sebagian besar dinyanyikan sendiri oleh Gesang. Hal ini merupakan wujud kecintaan beliau terhadap musik keroncong yang telah membawanya menjadi tokoh paling dikagumi, khususnya bagi para musisi dan seniman.

Hingga menjelang akhir hayatnya, Gesang tokoh legendaris dari Solo ini menghabiskan masa tuanya di Jalan Bedoyo Nomor 5 Kemlayan, Serengan – Solo bersama keluarga dan keponakannya. Sebelumnya beliau selama 20 tahun pernah tinggal di Perumnas Palur yang merupakan rumah pemberian walikota Surakarta pada tahun 1984. Semenjak berpisah dengan sang istri pada tahun 1962, Gesang memilih hidup sendiri dan tidak memiliki anak. Bagaimanapun perjalanan hidup Gesang Martohartono adalah inspirasi. Dari situ kita bisa memetik pembelajaran bahwa untuk mengharumkan nama bangsa tidak harus dengan mengangkat senjata. Dengan dedikasi dan karya nyata sebagai generasi bangsa berkualitas, lebih dari cukup untuk mengangat citra Indonesia di mata dunia.

Tags: #Biografi Gesang #Tokoh Legendaris dari Solo