Mengintip Cara Membuat Wayang di Balai Agung Keraton Solo

187 views

Cara Membuat Wayang di Balai Agung Keraton   SoloIdentitas kota Solo sebagai pusat sejarah, seni, dan budaya tidak hanya bisa dilihat dari banyaknya peninggalan gedung-gedung bersejarah saksi perjuangan, situs-situs, atau lain-lainnya. Namun satu hal unik yang cukup menarik untuk kita ikuti adalah cara membuat wayang  di Balai Agung Keraton Surakarta yang konon sudah memproduksi berbagai jenis wayang mulai tahun 80-an. Seperti yang kita tahu, wayang merupakan icon kesenian yang identik dengan Solo dan merupakan warisan budaya yang tak terpisahkan dari keanekaragaman budaya Jawa.

Hingga saat ini Balai Agung menjadi satu-satunya produsen wayang kulit yang berlokasi di Keraton Surakarta. Selain untuk melestarikan budaya keraton yang terlanjur akrab dengan pagelaran wayang, prospek kerajinan wayang ini juga cukup menjanjikan mengingat banyak wisatawan yang tertarik dengan kerajinan tangan khas Solo ini. Karena alasan tersebut kemudian berdiri Balai Agung sebagai produsen Tatah Sungging Wayang Kulit, tepatnya di Alun-alun Utara Surakarta.

Dibuat Berdasarkan Jenis Wayang

Cara membuat wayang di Balai Agung Keraton Surakarta ini biasanya berdasarkan jenis ceritanya. Perlu diketahui terdapat 6 jenis wayang yang terkenal di Solo yaitu Wayang Purwo, Wayang Mena, Wayang Beber, Wayang Gedhok, wayang Klithik, dan Wayang Madya. Jenis-jenis wayang ini mengacu pada pementasan atau cerita dari masing-masing wayang yang berbeda. Satu contoh misalnya Wayang Purwo berkisah tentang Ramayana atau Mahabarata, Wayang Madya berkisah tentang Roro Jonggrang & Bandung Bondowoso, Wayang Mena menceritakan kisah dari Arab, atau Wayang Gedhok yang bercerita tentang kidah Babat Kediri.

Dari berbagai penjelasan diatas terdapat istilah “Tatah Sungging” yang merupakan bagian dari pembuatan wayang di Balai Agung Keraton Surakarta. “Tatah” adalah proses pemahatan wayang atau membuat ukiran ornamen wayang pada kulit. Sedangkan “Sungging” adalah proses pemberian warna pada kulit yang telah ditatah atau diberi ornamen wayang. Uniknya produk wayang dari Balai Agung hanya dibuat dari kulit kerbau Asli Nusa Tenggara. Hal ini karena kulit kerbau Nusa Tenggara mempunyai kualitas terbaik dan sangat cocok untuk bahan baku wayang kulit.

Satu hal yang perlu diketahui, cara membuat wayang di Balai Agung keraton Surakarta ini membutuhkan waktu yang relatif lama bahkan bisa berbulan-bulan untuk 1 buah wayang saja. Umumnya tergantung dari besar kecilnya wayang. Proses pembuatan wayang sendiri juga membutuhkan fokus, konsentrasi, dan ketelitian sebab membuat ornamen-ornamen kecil yang cenderung njelimet memang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Oleh sebab itu cukup masuk akal jika satu buah wayang kadang harganya mencapai puluhan juta rupiah. Pada dasarnya harga wayang juga tergantung dari ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan ornamennya. Ada juga wayang yang disungging (diberi warna) dengan prada emas yang harganya bisa mencapai 2x lipat wayang biasa. Yang dimaksud prada emas adalah bahan cat yang diberi campuran emas 18 karat. Biasanya wayang dengan sungging prada emas sangat diminati oleh kolektor-kolektor wayang dari dalam dan luar negeri.

Tags: #Balai Agung Keraton Solo #Wayang Solo