Sejarah Singkat Stasiun Solo Balapan

300 views

Sejarah Singkat Stasiun Solo BalapanPernah dengan lagu “Stasiun Balapan” yang dibawakan salah satu maestro musik Congdut Indonesia? Dari lagu berirama keroncong Dangdut tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada satupun tempat di Solo yang tidak populer, termasuk stasiun kereta api. Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun induk di kota Solo yang lokasinya terletak di kecamatan Banjarsari Surakarta. Pemberian nama “Balapan” sendiri bukan tanpa alasan, konon nama ini diambil dari nama perkampungan yang terletak disebelah utara, tak jauh dari kompleks Stasiun Solo Balapan. Stasiun ini berada dijalur kereta api yang menghubungkan sejumlah kota-kota besar di Indonesia mencakup kota Semarang, Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Salah Satu Stasiun Tertua Di Indonesia

Stasiun Solo Balapan termasuk stasiun tertua di Indonesia sekaligus stasiun terbesar di Surakarta. Stasiun ini dibangun pada abad ke-19 di masa kolonial NIS tahun 1873. Di Jawa Tengah sendiri Stasiun Solo Balapan merupakan stasiun terbesar kedua setelah Stasiun Tawang Semarang. Pembangunan Stasiun Balapan dimulai pada masa pemerintahan raja Mangkunegara IV serta masuk wilayah kadipaten Praja Mangkunegaran. Sedangkan stasiun yang masuk wilayah Kasunanan adalah Stasiun Solo Jebres (stasiun terbesar kedua di Solo setelah Stasiun Solo Balapan).

Terdapat 2 emplasemen di Stasiun Solo balapan yaitu bagian utara dan selatan. Pembagiannya, emplasemen selatan dibagi menjadi 5 jalur sementara emplasemen utara dibagi menjadi 7 jalur. Secara spesifik emplasemen selatan digunakan untuk layanan kereta api penumpang sedangkan kereta api barang melalui jalur utara sekaligus sebagai jalur pemberangkatan KA Senja Utama Solo dan KA Lodaya. Untuk jalur kearah timur terdapat 2 jurusan dimana rel jalur ke utara menuju Semarang dan jalur rel ke timur menuju kota Surabaya.

Segitiga Pembalik

Di sisi bagian timur Stasiun Solo Balapan terdapat wye atau disebut segitiga pembalik. Segitiga pembalik ini sangat memungkinkan seluruh rangkaian kereta api untuk berbalik arah dengan prinsip lansir. Dari sisi-sisi segitiga pembalik juga memungkinkan kereta api yang datang dari arah timur atau dari arah Stasiun Solo Jebres untuk melaju langsung kearah utara (kearah Semarang) tanpa harus melewati Stasiun Solo Balapan atau sebaliknya. Tak jauh dari segitiga pembalik dibangun Depo BBM Pertamina dimana rel masuknya juga merupakan bagian dari segitiga pembalik tersebut.

Adapun kereta api yang berhenti di Stasiun Solo balapan adalah:

Executive:

  • KA Argo Lawu jurusan            Jakarta Gambir
  • KA Argo Dwipangga jurusan            Jakarta Gambir
  • KA Argo Wilis jurusan            Surabaya Gubeng & Bandung
  • KA Turangga jurusan            Bandung & Surabaya Gubeng
  • KA Bima jurusan            Jakarta Gambir & Malang
  • KA Gajayana jurusan            Jakarta Gambir & Malang

Executive & Bisnis:

  • KA Sancaka jurusan            Yogyakarta & Surabaya Gubeng
  • KA Lodaya jurusan            Bandung

Executive & Ekonomi AC:

  • KA Malioboro Express jurusan Yogyakarta & Malang

Executive, Bisnis, dan Ekonomi AC:

  • KA Malabar Express jurusan            Bandung & Malang

Bisnis:

  • KA Senja Utama Solo jurusan            Jakarta Pasar Senen
  • KA Mutiara Selatan jurusan            Bandung dan Surabaya Gubeng

 

Tags: #Sejarah Solo #Solo Balapan #Stasiun Solo